Blogger Tricks

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, October 11, 2014

Passing Grade dan Korban Marketing Bimbel

Ada pertanyaan yang menurut Saya adalah sesuatu yang salah kaprah diantara anak SMA yang mau masuk kuliah. Pertanyaan yang berkaitan dengan pertimbangan memilih suatu jurusan. Berikut contoh pretanyaannya

"klo jurusan ini Passing Gradenya berapa ya?"

atao

"Jurusan ini pasing Grade nya tinggi atau rendah?"

malah yang lebih parah

"Jurusan ini ama jurusan ini tinggian mana passing gradenya?"

-- "Emang ada apa dengan pertanyaan-pertanyaan tadi? Ada yang salah ya?"

Ok... kalau siapa pun anda yang merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu. Maka sudah resmi anda dinyatakan sebagai korban marketing Bimbel.

-- "Apa itu korban marketing Bimbel?"
Sebelum saya menjelaskan nya. Saya ingin mengajukan pertanyaan yang harap anda jawab. "Apakah Passing Grade itu?"

Sebelum kalian membuka google dan mengetikkan kata "passing grade" di kolom searchnya

Saya akan menjawab terlebih dahulu menurut versi saya.

Passing Grade memiliki makna yang ambigu menurut saya.
1. passing grade = batasan nilai minimum untuk masuk jurusan berdasar pada  nilai ujian SNMPTN tahun yg lalu.
2. passing grade = batasan nilai minimum untuk masuk jurusan berdasar pada data statistik nilai try out bimbel

Jika anda percaya pada makna yang no 1. Maka saya ingin memberikan info bahwa nilai ujian SNMPTN tidak pernah dikeluarkan oleh panitia SNMPTN... Percayalah... Saya akan memberi anda waktu untuk melakukan search di google, untuk mencari passing grade yang dikeluaran secara resmi oleh situs SNMPTN resmi atau situs perguruan tinggi resmi.

--"Tahunya resmi bagaimana?"
lihat saja domainnya. Kalau belakangnya **.ac.id itu resmi sedangkan yang lain itu bikinan orang, atau organisasi tertentu yang tujuannya bisa bermacam dan belum valid.

Ok sudah dicari? Saya yakin tidak ada yang secara resmi dikeluarkan oleh panitia SNMPTN
Kenapa saya begitu yakin? Karena kalau nilai hasil SNMPTN dikeluarkan secara resmi, seperti nilai ulngan SMA, maka akan banyak orang yang protes, karena pada saat mencocokkan sendiri merasa nilainya tidak seharusnya segitu. (biasanya sih karena lebih kecil dibandingkan perkiraan).

So coba cek dari mana anda mendapat info passing grade tersebut. Dari bimbel kaaann?... Coba tanya ke bimbelnya dari mana dapat nilai passing grade. Pasti merujuk ke definisi passing grade yang no 2.
Nah jika anda termasuk percaya pada definisi passing grade yang no 2 coba pertimbangkan masak-masak sebelum percaya.

  • apakah peserta SNMPTN bisa dibandingkan dengan Try out deari segi jumlah
  • apakah suasana dan keseriusan pelaksanaan Try Out setara dengan SNMPTN
  • apakah anda tahu betul metode statistik yang digunakan untuk menghasilkan pasiing grade dari Try Out
Jika sampai ini anda sudah mulai percaya bahwa tidak seharusnya mempercayai passing grade. Saya akan mengutip Syahrini " Alhamdulillah ya..."

Jika anda masih membandel dan bimbang karena selama ini sudah terlajur terlalu lama memegang passing grade sebagai acuan. Dan timbul pertanyaan kenapa sampai muncul passing grade?

Begini ceritanya

Semua nya berawal dari Try Out

Bimbel melaksanakan Try Out sebagai ajang latihan bagi siswa SMA, biasanya umum juga boleh ikut, untuk mengukur kesiapan siswa SMA menghadapi SNMPTN.

Try Out merupakan cara yang efektif untuk melakukan simulasi dan mengukur apakah siswa sudah siap menghadapi SNMPTN dan mengetahui bagian mana yang masih perlu untuk ditingkatkan dalam belajarnya

Tapi hubungan secara langsung Try Out dengan kelulusan SNMPTN sebenernya tidak ada.

Gini, kalau ada siswa yang ikut Try Out 100 kali dan hasilnya selalu baik, tidak secara langsung menjamin kelulusan siswa tersebut. Benar bukan? Jadi lebih percaya diri menghadapi SNMPTN. iya.. Jadi tahu masih kurang belajarnya dibagian mana iya...

Untuk memaksimalkan manfaat Try Out, supaya bisa digunakan mengukur kira2 apakah kemampuan siswa sudah mencukupi memasuki jurusan yang diinginkan. Dibuatlah passing grade. Yaitu perkiraan nilai Try Out  minimal yang dibutuhkan untuk seolah-olah bisa lulus masuk ke jurusan yang diinginkan.

Cara memperkirakan menentukan nilai minimal try out untuk bisa lulus ke suatu jurusan adalah rahasia dari Bimbel.

Namun menurut prediksi saya, Bimbel mengolah data nilai hasil try out tahun sebelumnya. Yaitu data nilai try out dari siswa bimbelnya yang lulus ke suatu jurusan univ tertentu, misal STEI ITB. Nilai2 try out mereka dilihat sebarannya, dan standar rata2 atau pencilan yang akan dipakai. Dari situ keluarlah data yang kemudian diasumsikan sebagai nilai minimal untuk memasuki suatu jurusan pada tahun lalu. Disebut passing grade

Kalau nanti kalian sudah belajar mengenai statistik di kuliah pasti mengerti. :)

Jadi nilai passing grade ini sangtlah subjektif. Tapi sangat berguna untuk mengukur apakah kira2 kemampuan siswa sudah mencukupi.

Sampai di sini saya masih menganggap passing grade adalah sesuatu yang positif.

Seiring berjalannya waktu, passing grade dijadikan acuan untuk menentukan memilih jurusan. Ini bagian yang saya tidak setuju. Apalagi ada beberapa bimbel yang mengutamakan siswanya lulus SNMPTN tanpa menghiraukan siswa tersebut cocok di jurusan itu atau tidak. Meluluskan siswa di SNMPTN menjadi suatu hal yang sangat penting bagi bimbel, tapi bukan berarti tidak memperdulikan bagaimana minat siswa tersebut

contoh:

-- Siswa: "Saya bingung nih mau masuk jurusan A atau jurusan B"
-- Oknum: "lihat saja passing gradenya, pilih saja yang kecil"

pembicaraan di atas analoginya seperti ini

-- Siswa: "Saya bingung nih mau pergi ke Surabaya atau ke Bandung"
-- Oknum: "Pilih saja yang tiketnya murah"
lho sebenarnya ini tujuannya perginya ngapain dulu nih?

Tapi ga semua Bimbel begini koq.

Menurut saya, seharusnya siswa yang masih bingung memilih jurusan, dibantu untuk cari tahu minatnya paling sesuai dengan jurusan apa. Bukan disodori cara paling mudah untuk melanjutkan kuliah tanpa menghiraukan konsekuensi salah jurusan.

Oh salah jurusan ini hal yang sangat menyeramkan. Bayangkan anda lolos SNMPTN namun setelah berada di jurusan tersebut, ternyata itu bukan minat anda. Bisa jadi anda tidak akan pernah menyelesaikan kuliah tersebut alias DO. Banyak kasus DO ITB karena alasan semacam ini.

--"Saya belum tahu minat saya, bagaimana dong?"

Tenang, jangan panik. begini tips dari saya untuk mengetahui minat anda di jurusan apa.
Cari informasi mengenai semua jurusan sedetilnya. Mulai dari mempelajari apa, mata kuliahnya apa saja, praktikumnya seperti apa, lulusannya bekerja di mana, kerjanya seperti apa dan ngapain aja.

cari informasi ini bisa dilakukan dengan browsing di situs resmi universitas/jurusan, tapi yang paling efektif bertanya langsung dengan alumni yang pernah kuliah di jurusan tersebut.

kalau sudah mendapatkan semua informasi, pasti ada jurusan yang menurut anda keren, gua banget.

kalau belum berarti informasinya belum banyak :) mari bersemangat untuk mencari informasi lagi dan lagi.

Nah jika sudah tahu jurusannya apa. Barulah lihat seberapa besar tingkat kompetensi atau peluang untuk masuk ke jurusan tersebut. Dan tingkat kompetensi yang paling valid adalah dilihat dari tingkat kesulitan relatif yang dikeluarkan oleh universitas.

Passing grade, di sini boleh dijadikan referensi namun bukan yang utama.
Jadi menurut saya passing grade sebaiknya dilihat setelah anda tahu jurusan apa yang akan anda pilih. Dan digunakan untuk mengukur kemampuan anda apakah sudah cukup atau tidak.

Friday, September 5, 2014

Permen Kapas


“Permen Kapas"


Pembuatan permen kapas dimulai dengan manaskan gula dalam wadah sehingga mencair. Suhu cair gula sekitar 72 oC. Wadah mengandung celah yang diameternya cukup kecil. Celah tersebut yang akan menjadi tempat keluarnya kapas.

Wadah yang mengandung gula yang sudah mencair diputar dengan kecepatan sudut tertentu. Putaran zat cair membetuk permukaan berbentuk parabola. Akibatnya, tekanan dalam zai cair di sisi dalam dinding lebih besar daripada tekanan atmosfir.

Di samping itu, di permukaan luar wadah yang sedang berputar ada lapisan tipis udara yang berputar mengikuti putaran wadah. Akibatnya tekanan udara tersebut sedikit lebih rendah daripada tekanan atmosfer (hukum Bernoulli).

Jadi di sisi dalam dinding wadah terjadi peningkatan tekanan dan di sisi luarnya terjadi penurunan tekanan. Akibatnya cairan gula terdorong keluar lubang-lubang di dinding wadah.

Laju aliran massa cairan gula keluar lubang dinding wadah (laju produksi permen kapas) bergantung pada perbedaan tekanan, viskositas cairan gula, diameter lubang, dan jumlah lubang. Perbedaan tekanan bergantung pada kecepatan putaran serta diameter wadah. Viskositas cairan gula sekitar 10^4 poise.

Jika kecepatan putar terlampu kecil maka tidak cukup tekanan untuk mendorong cairan gula keluar dari lubang. Sebaliknya, jika kecapatan putaran terlampau besar maka cairan yang keluar terputus-putus dan tidak membentuk kapas-kapas yang panjang. Jadi ada jangkauan kecepatan putaran optimum.

Namun, kalau para Mang penjual permen kapas menggunakan rumus seperti ini mungkin sudah keburu pingsan sebelum sempat menjual permen kapas. Mereka mendapatkan nilai optimum hanya berdasarkan coba-coba atau informasi dari pendahulunya.



Tampak di sini bahwa persoalan sederhana kadang menuntut matematika yang cukup rumut untuk menjelaskan mengapa kejadiannya demikian.

Saturday, August 30, 2014

Makan Cukup, kok tidak jadi daging?

"Makan Cukup, kok tidak jadi daging?"

Anabolisme vs Katabolisme

Kita analogikan tubuh manusia dengan mesin. Seandainya mobil, ada yang bensinnya boros dan ada juga yang bensinnya irit walaupun tenaga yang dihasilkan sama. Analogi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan tentang anabolisme dan katabolisme.

Anabolisme adalah kemampuan tubuh untuk menyimpan sari-sari makanan yang dianggap penting dari makanan yang masuk. Sebaliknya, katabolisme adalah kemampuan tubuh untuk menghancurkannya. Jadi, kemampuan anabolisme dan katabolisme tubuh masing-masing manusia memang berbeda. Jika tubuhnya mempunyai anabolisme yang baik, maka makanan yang masuk dengan sendirinya dapat dismpan dengan baik pula dan akhirnya "jadi daging". Kebalikannya adalah anak yang sistem katabolismenya lebih tinggi. Begitu makanan masuk, sebelum diserap pun sudah banyak yang hancur. Makanya jangan heran bila 2 anak yang diberi intake sama menunjukkan berat tubuh yang berbeda beda, karena sistem dalam masing-masing tubuhnya juga berlainan.



Deteksi yang paling mudah untuk menentukan apakah kemampuan anabolik seorang anak lebih baik dari kemampuan kataboliknya adalah dengan melihat perbandingan antara makanan yang dikonsumsinya, sesuai tidak dengan pertumbuhannya. Meski bukan berarti anak dengan kemampuan katabolisme tubuhnya lebih tinggi dipastikan pembuangannya jadi lebih banyal. Pasalnya semua makanan akan diolah oleh tubuh. Akan tetapi sel-sel tubuhlah yang memanfaatkannya atau tidak. Perlu diketahui, jika nutrisi tersebut tidak seluruhnya dimanfaatkan oleh sel tentu akan menumpuk dan bisa menjadi sumber penyakit.

Kemampuan anabolisme dan katabolisme ini bisa bersifat genetis alias diwariskan secara turun-temurun. Untuk memperbaikinya ada beberapa hal yang bisa dilakukan, diantaranya menggunakan terapi hormon. "Namun, hal ini jarang sekali diterapkan pada manusia". Walaupun begitu ada juga obat-obatan yang fungsinya meningkatkan kemampuan anabolisme tubuh. misalnya kortikosteroid.

Saturday, August 23, 2014

SMAN ULTRA MENGKLARIFIKASI soal Status UNGGULAN yang digantikan SMA Lain…


Kenapa perlu di klarifikasI :
1. Karena Sampai detik ini kami masih menikmati fasilitas unggulan (Mulai dari makan siang untuk semua warga SMAN ULTRA baik siswa, guru, dan staff)
2. Baru saja kami kembali dibangunkan asrama baru berserta Masjid
3. Kami juga masih dibantu biaya operasional Sekolah unggulan
4. Sebenarnya, Kami tidak terlalu memusingkan istilah “Unggulan” karena baik kami maupun SMA “saudara tua” kami di SK-kan Bupati Sebagai Sekolah percontohan Keunggulan Lokal , SK Bupati tertanggal 13 Februari 2014, (Satu-satunya SK SMA Negeri Unggulan hanya satu kali Terbit dan itu di Tahun 2005)
Hanya saja Gonjang-ganjing akhir-akhir ini yang kurang mengenakkan, Terasa nyaring ditelinga kami …

Kejadian Pertama,
saat seleksi pelajar pelopor berlalu lintas.. Sempat salah satu panitia, bertanya pada kami,
SMA Unggulan itu yang mana? SMAN ULTRA masih unggulan tidak? Kami bisa mengklarifikasi dengan menunjukkan SK Bupati tertanggal 13 Februari 2014, Bukan Cuma itu kamipun menunjukkan prestasi lebih di ajang itu dengan menjadi juara umum

Kejadian Berikutnya, saat salah seorang guru kami, saling tegur sapa dengan temannya di SPBU dekat Sekolah ..
Sembari bercanda, temannya menyapa, apakabar Pak Guru Mantan SMA Unggulan???
Kabarnya sudah diganti SMAN Anu, yach?...

Kejadian lain….
Saat di UNSRI, salah seorang dosen yang kebetulan kenal dengan KEPSEK kami,
Sembari menyayangkan, “kami dapet kabar SMAnya tidak unggulan lagi, yach Buk, sayang yach…

Sejak berdirikan dirancang unggulan, kok sekarang malah digantu SMA Anu…
UNTUK ITU KAMI MENGKLARIFIKASI TIDAK ADA SMA KAMI DIGANTIKAN SMA ANU…

YANG ADA KAMI BERSAMA-SAMA INGIN MENCIPTAKAN PENDIDIKAN UNGGULAN DI OGAN ILIR
 
 


 

Friday, July 25, 2014

Fisika dan Kekacauan Lalu Lintas


Kita menyaksikan kondisi lalu lintas di kota-kota di Indonesia makin kacau. Kalau kita modelkan lalu lintas sebagai sistem termodinamika, maka peningkatan kekacauan lalu lintas adalah implikasi logis dari hukum termodinamika. Jalan raya dipandang sebagai sistem termodinamika dan kendaraan dipandang sebagai komponen sistem tersebut.

Kekacauan berkaitan dengan probabilitas terbesar penyusunan atau konfigurasi sistem termodinamika. Dalam termodinamika, kekacauan dinyatakan oleh besaran entropi. Hukum termodinamika menyatakan bahwa proses alamiah akan menuju pada peningkatan entropi.

Jika semua kendaraan tertib dan hanya bergerak ke depan maka jumlah konfigurasi yang dihasilkan hanya satu. Tetapi jika setiap kendaraan bebas zig-zag ke mana saja maka konfigurasi yang dihasilkan meningkat. Jumlah konfigurasi makin besar jika arah zig-zag makin bebas. Hasilnya adalah entropi keadaan gerak zig-zag (tidak tertib) jauh lebih besar daripada entropi keadaan tertib.